Al Lahab

Suroh Al Lahab

Suroh ke 111.

Al Lahab artinya api yang menyala-nyala.

Terdiri dari 5 ayat.

Termasuk suroh makkiyah.

Nama Al Lahab diambil dari kata Lahab yang terdapat pada ayat ketiga suroh ini.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

تَبَّتۡ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ۬ وَتَبَّ

  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh binasa dia.

مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُ ۥ وَمَا ڪَسَبَ

  1. Tidaklah berfaidah untuknya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

سَيَصۡلَىٰ نَارً۬ا ذَاتَ لَهَبٍ۬

  1. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

وَٱمۡرَأَتُهُ ۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ

  1. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

فِى جِيدِهَا حَبۡلٌ۬ مِّن مَّسَدِۭ

  1. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Sebab Turunnya Suroh:

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju tanah lapang, kemudian beliau naik ke atas bukit, lalu beliau berseru, “Yaa shabaahah!” Maka berkumpullah kaum Quraisy di hadapan beliau. Lalu beliau berkata, “Bagaimana pendapat kalian jika aku beritahukan kepada kalian bahwa ada musuh yang hendak menyerang kalian di waktu pagi hari atau sore hari, apakah kalian percaya padaku?” Mereka menjawab, “Ya kami percaya padamu.” Beliau berkata, “Sesungguhnya aku memperingatkan kalian akan adzab yang sangat pedih.” Maka Abu Lahab berkata, “Apakah hanya karena ini engkau mengumpulkan kami? Celakalah engkau!” Lalu Allah Ta’ala menurunkan ayat تَبَّتۡ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ۬ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia”, sampai akhir suroh.

(Fathul Bari VIII/609, HR. Al Bukhari 94972)

Kandungan Suroh:

  1. Allah Ta’ala akan menyiksa Abu Lahab di Neraka karena dia sering menghalangi dan mengganggu dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  2. Harta benda seseorang tidak bisa menyelamatkannya dari siksa Allah, jika dia banyak bermaksiat kepada Allah.
  3. Diharamkan menyakiti orang-orang yang beriman.

_selesai_

Syuhada al iskandar

Al Ikhlas

Suroh Al Ikhlas

Suroh ke 112.

Dinamakan Al Ikhlas karena suroh ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah Ta’ala.

Terdiri dari 4 ayat.

Termasuk suroh makkiyah.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

  1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

  1. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,

لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ

  1. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ

  1. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Kandungan Suroh:

  1. Allah Ta’ala memiliki nama-nama dan sifat-sifat, jumlahnya tidak ada yang tahu kecuali Allah. Kita hanya mengetahui 99 nama Allah, seperti yang disebutkan dalam Al Quran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  2. Kewajiban kita untuk mentauhidkan Allah dalam semua ibadah yang kita lakukan.
  3. Allah Maha Esa, tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya.

Keutamaan Suroh Al Ikhlas:

Dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya suroh itu (Al Ikhlas) sebanding dengan sepertiga Al Quran.”

(HR. Al Bukhari 4/1915 no. 4726, 6/2449 no. 6267, 6/2685 no. 6939, Abu Dawud 2/72 no. 1461, An Nasa-i 2/171 no. 995, dan yang lainnya)

_selesai_

Syuhada al iskandar

Al Falaq

Suroh Al Falaq

Suroh ke 113.

Al Falaq artinya waktu subuh.

Terdiri dari 5 ayat.

Termasuk suroh makkiyah.

Nama Al Falaq diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama suroh ini.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb yang menguasai subuh,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

  1. dari kejahatan makhluk-Nya,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

  1. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ

  1. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

  1. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Kandungan Suroh:

  1. Kewajiban untuk berlindung kepada Allah Ta’ala dari berbagai macam kejahatan yang dapat mencelakakan diri kita.
  2. Sihir atau perdukunan dapat menjadikan pelakunya keluar dari Islam, seperti jimat-jimat dan sejenisnya.
  3. Diharamkannya sifat dengki dan hasad, karena ia dapat mencelakakan pelakunya.

Keutamaan Suroh Al Falaq dan An Naas:

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali?” Kemudian beliau membaca,

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

(HR. Muslim no. 814)

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abis Al Juhani, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Ibnu ‘Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu tentang bacaan yang paling utama yang dibaca oleh orang-orang yang berlindung?”, Ibnu ‘Abis menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “(Yaitu) ‘aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai subuh (fajar) dan aku berlindung kepada Robb manusia.’ Inilah dua suroh (untuk memohon perlindungan).”

(HR. An Nasa-i VIII/251)

Kisah Teladan:

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disihir oleh seseorang yang bernama Labid bin Al A’shom, sehingga beliau merasa melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukan apa pun. Ketika Rasulullah tidur, beliau didatangi oleh dua malaikat yang memberitahukan kepada beliau bahwa beliau telah tersihir oleh Labid bin Al A’shom dengan bekas rambut beliau yang rontok dari sisirnya dan ditaruh di sumur Dzarwan. Allah menyembuhkan Rasulullah dan beliau mengeluarkan sihir yang ditaruh di sumur itu dan memerintahkan untuk menimbunnya.”

(Kisah ini berdasarkan HR. Al Bukhari no. 5765)

_selesai_

Syuhada al iskandar

An Naas

Suroh An Naas

Suroh ke 114.

An Naas artinya manusia.

Terdiri dari 6 ayat.

Termasuk suroh makkiyah.

Nama An Naas diambil dari An Naas yang berulang kali disebut dalam suroh ini.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Robb (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

  1. Raja manusia.

إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ

  1. Ilah (sembahan) manusia.

مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ

  1. dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ

  1. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

  1. dari (golongan) jin dan manusia.”

Kandungan Suroh:

  1. Kewajiban untuk berlindung hanya kepada Allah Ta’ala dari kejahatan-kejahatan setan, baik setan dari kalangan jin maupun manusia.
  2. Allah itu Dzat Pencipta, Pengatur dan Maha Penguasa, oleh karena itu semua bentuk ibadah hanya ditujukan kepada Allah.
  3. Berlindung kepada Allah dengan mengucapkan,اعوذ بالله من الشيطان الرجيم“A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim” (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlaknat)

Keutamaan Suroh An Naas dan Al Falaq:

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali?” Kemudian beliau membaca,

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

(HR. Muslim no. 814)

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abis Al Juhani, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hai Ibnu ‘Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu tentang bacaan yang paling utama yang dibaca oleh orang-orang yang berlindung?”, Ibnu ‘Abis menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “(Yaitu) ‘aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai subuh (fajar) dan aku berlindung kepada Robb manusia.’ Inilah dua suroh (untuk memohon perlindungan).”

(HR. An Nasa-i VIII/251)

_selesai_

Syuhada al iskandar

Mengenal Islam Lebih Dekat Melalui dakwahislam.net

Kaum Muslimin rohimakumulloh,

alhamdulillah telah terbit situs dakwahislam.net, sebuah web yang berisikan ilmu agama islam yang kembali kepada sumber aslinya yaitu Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman para as salaf as solih (pendahulu kita yang soleh), disampaikan didalamnya fatwa dan pelajaran dari para Ulama Sunnah berkaitan dengan ilmu aqidah, manhaj, fiqih, akhlak, adzkar dan lainnya dengan bahasa yang mudah difahami,

semoga web tersebut menjadi manfaat yang besar untuk Islam dan kaum Muslimin, Allohumma amin.

dakwahislam.net

dakwah islam, rahmat bagi semesta alam.

hak hak Alloh menjaga 4 perkara

Bahaya Lisan

(Pelajaran ke 6)

Bahaya Lisan

Alloh Ta’ala berfirman,

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir siap (mencatat).” (QS. Qof ayat 18)

Dan dari Sahl bin Sa’d As Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة

“Siapa saja yang bisa menjamin untukku Baca lebih lanjut

Wajib Menjaga Waktu & Tidak Menggunakannya untuk Hal yang Tidak Bermanfaat

(Pelajaran ke 5)

Wajib Menjaga Waktu & Tidak Menggunakannya untuk Hal yang Tidak Bermanfaat

Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

نعمتان مغبون فيهما كثيرٌ من الناس الصحة والفراغ

“Ada dua nikmat, yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu Baca lebih lanjut

Bahaya Majlis Orang-orang yang tidak Mengingat Alloh

(Pelajaran ke 4)

Bahaya Majlis Orang-orang yang tidak Mengingat Alloh

 

Alloh Ta’ala berfirman,

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir siap (mencatat).” (QS. Qof ayat 18)

Dari Abu Hurairah Ad Dausi Al Yamani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

من قعد مقعدا لم يذكر الله فيه كان عليه من الله ترة
ومن اضطجع مضجعا لا يذكر الله فيه كانت عليه من الله ترة

“Siapa saja yang duduk di satu tempat duduk, ia tidak berdzikir/ mengingat Alloh, Baca lebih lanjut

Keutamaan Dakwah Islam & Mengajarkan Kebaikan pada Manusia

(Pelajaran ke 3)

Keutamaan Dakwah Islam & Mengajarkan Kebaikan pada Manusia

Alloh Ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَ‌سُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

“Dialah (Alloh) yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al Quran) dan Hikmah (As Sunnah).” (QS. Al Jumu’ah ayat 2)

Dan Alloh Ta’ala berfirman,

كُنتُمْ خَيْرَ‌ أُمَّةٍ أُخْرِ‌جَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُ‌ونَ بِالْمَعْرُ‌وفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ‌ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ

“Kalian (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) Baca lebih lanjut

Keutamaan Ilmu Agama & Mempelajarinya

(Pelajaran ke 2)

Keutamaan Ilmu Agama & Mempelajarinya

 

Alloh Ta’ala berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (tidak berilmu)?” (QS. Az Zumar ayat 9)

Dan Dia berfirman,

يَرْ‌فَعِ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَ‌جَاتٍ

“Alloh akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang Baca lebih lanjut

Keikhlasan & Niat

(Pelajaran ke 1)

Keikhlasan & Niat

Alloh Ta’ala berfirman,

مَن كَانَ يُرِ‌يدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَ‌ةِ إِلَّا النَّارُ‌ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Siapa saja yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amalan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali Baca lebih lanjut

Nasihat Guru kami untuk Kaum Salafiyin Indonesia

Nasehat Syekh Shalih Abdul Aziz Al-Ghusn[1] hafizhahullah untuk Ikhwah Salafiyin Indonesia
Alih bahasa oleh Imam Syuhada Al-Iskandar Al-Kotowi Al-Jawaghi
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji hanya bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) Rabbil ‘alamin, shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad yang merupakan sebaik-baik makhluk dan yang paling mulianya serta yang sangat indah akhlaknya diantara mereka, Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menyanjung Beliau dengan firmanNya:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ (4)
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berada diatas akhlak yang agung”.

Tiga Perkara yang Wajib diketahui dan diamalkan setiap Muslim

Bismillahirrahmanirrahim,
Segala puji hanya bagi Allah, dan shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Amma ba’du.
Wahai saudaraku seislam, setelah kita mengetahui empat perkara yang wajib dipelajari oleh tiap-tiap muslim yaitu; ilmu, beramal dengannya, mendakwahnya dan bersabar atas segala ujian padanya. Maka ketahuilah masih ada tiga perkara yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari serta mengamalkannya.
Tiga perkara yang dimaksud yaitu :

Muslim menikahi & memakan daging sembelihan orang Syi’ah penyembah berhala ?

Soal no 4: Saya termasuk dari kabilah yang tinggal di perbatasan utara (kerajaan Saudi Arabia), kita berbaur dengan kabilah-kabilah irak yang mazhab mereka adalah Syi’ah Watsaniyah, mereka beribadah kepada kubah-kubah yang diberi nama al Hasan, al Husain, dan Ali. Jika salah seorang dari mereka berdiri (untuk ibadah) ia berkata, “wahai Ali, wahai Husain.” Sebagian kabilah kami berbaur dengan mereka dalam pernikahan dan hal lainnya. Saya telah berikan nasihat tapi mereka tak mendengar. Saya tidak punya ilmu untuk menasihati mereka, namun saya sangat tidak menyukai hal yang terjadi dan saya pun tidak berbaur dengan mereka. Saya pernah mendengar bahwa daging sembelihan mereka tidak boleh dimakan, tapi sebagian kabilah kami malah memakannya. Saya mohon nasihat dan penjelasannya.

Para Ulama di Lajnah Da`imah menjawab:

Baca lebih lanjut

Tanya Jawab Ringkas Lembar 4

Dijawab oleh Imam Syuhada Al-Iskandar

@ Bagaimana jika ada yang berkata bahwa “khalqiyah Rasulullah bukan merupakan Sunnah, tetapi hanya kesenangan beliau pribadi” ?

  • “Segala yang diucapkan, dilakukan & disetujui oleh Rasulullah adalah Sunnah. Tidak sepantasnya seorang muslim meninggalkan contoh & bimbingan beliau. Para ulama mengatakan, “jika seorang muslim mencontoh kepribadian Rasulullah dengan niat ingin meneladaninya, maka yurjaa an yu`jar yakni diharapkan akan diberi pahala.”

@ Apabila laki-laki keluar mani/sperma, apakah harus mandi wajib? Jika waktu shalat akan segera habis bagaimana cara menghilangkan hadats tersebut? Baca lebih lanjut

Tanya Jawab Ringkas Lembar 3

Dijawab Oleh Imam Syuhada Al Iskandar

@ Bismillahirrahmanirrahim.
Barakallahu fik. Ustadz, bagaimana jika sedang berdzikir tapi tiba-tiba konsentrasi buyar atau tiba-tiba kita terfikirkan perkara lain, apakah harus kita ulangi dari awal? Kadang baru sadar kalau sudah selesai atau lupa hitungannya sudah sampai berapa. Jazakallahu khairan
(firdha…@gmail.com‏)

  • Wa Fik Barakallah,
  1. Hendaklah ber “Isti’adzah Billah” minta perlindungan kepada Allah Ta’ala dengan mengucapkan “A`udzu billahi minasy syaithonir rajim.” Karena gangguan tersebut muncul dari setan. Baca lebih lanjut

Tanya Jawab Ringkas Lembar 2

Dijawab oleh Imam Syuhada Al Iskandar

@ Apakah jika kita puasa, lalu sebelum bepergian gosok-gigi dahulu, apakah hal ini membatalkan puasa?

  • Selama tidak ada yang diminum/dimakan, maka gosok-gigi tidaklah membatalkan puasa.

@ Apakah menangis membatalkan puasa? Baca lebih lanjut

Tanya Jawab Ringkas Lembar 1

Dijawab oleh Imam Syuhada Al Iskandar

@ Bagaimana kita harus menyikapi perbedaan dalam masalah fikih, seperti contoh yang disebutkan Ustadz, yaitu tidak didapati raka’at kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah?

  1. Para penuntut ilmu wajib berlapang dada dalam perbedaan masalah-masalah fikih.
  2. Ia harus berusaha dengan maksimal mempelajari Al-Qur`an & As-Sunnah, sehingga ia mengetahui pendapat yang lebih mendekati kebenaran.

@ Perbedaan dalam hal apa saja yang kita harus berlapang dada dan yang harus bersifat keras? Baca lebih lanjut

Bodoh, adalah Sumber Kehancuran

Oleh Imam Syuhada Al Iskandar

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdu wasy Syukru lillah, Washshalatu was Salam ‘ala Rasulillah, Amma ba’du.

Tiada sikap yang lebih indah dan mulia bagi hamba Allah yang bertauhid, kecuali langkah takwa senantiasa menyertainya dimana pun, kapan pun dan dalam kondisi bagaimana pun. Insya Allah.

Hadirin kaum muslimin yang saya cintai karena Allah,

Tidak ada seorang pun dari kita yang rela disebut “Orang Bodoh”, Baca lebih lanjut

Tanam Tekad Kuat di Dada, tuk Raih Bahagia sejak Usia Muda

Bismillahir rahmanir rahim…

Teriring puji & syukur terpuncak kepada Sang Penguasa alam semesta, Allah Rabbul ‘alamin. Di tangan Nya, hidayah dan kesesatan ditentukan. Pertolongan, perlindungan dan ampunan hanya kita harapkan dari Nya. Tidak dari yang lain.

Aku bersaksi sepenuh keyakinan di hati bahwa; tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tidak da sekutu bagi Nya. Dan aku bersaksi sepenuh keyakinan di hati bahwa; Muhammad bin Abdillah adalah hamba dan utusan Allah. Amma ba’du :

Kaum muda yang dimuliakan Allah,

Marilah sejenak mengingat pesan penting dari Baginda tercinta, Nabi Muhammad, Baca lebih lanjut

Saya, Anda, Kalian & Kita, semua adalah Pengelana Dunia

Oleh Imam Syuhada Al Iskandar

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada panutan umat, Muhammad shallallahu ‘alaih wa sallam.

Hadirin kaum muslimin yang semoga senantiasa dirahmati olehNya,

Masing-masing kita sedang merasakan kehidupan dunia, masing-masing kita berusaha agar hidup ini terasa bermakna. Tetapi manusia berbeda-beda dalam mendefinisikan hidup Baca lebih lanjut

Sudahkah kita memahami “Kesuksesan” yang Hakiki ?

Oleh Imam Syuhada Al Iskandar

Bismillahirrahmanirrahim,

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah, sang pencipta dan pengatur alam semesta.

Shalawat serta salam kesejahteraan moga senantiasa dilimpahkan kepada teladan umat manusia, Muhammad bin Abdullah Al Hasyimi shallallahu ‘alaih wa sallam.

Saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Tiada sikap yang lebih baik dan mulia sebagai hamba Allah yang bertauhid, kecuali langkah takwa menyertai kita dimana pun, kapan pun, dan dalam kondisi bagaimana pun.

Setiap insan, muslim atau pun kafir, ahli ibadah atau pun ahli maksiat, orang saleh atau pun taleh, pasti mengharapkan kesuksesan dalam hidupnya. Namun, Baca lebih lanjut